distranker
Makassar Instruktur pelatihan dari berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Sulawesi Selatan ikuti Kompetisi Keterampilan Instruktur Nasional (KKIN). Kompetisi yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan ini bertujuan untuk mengukur, meningkatkan, dan memeratakan peningkatan kompetensi yang terintegrasi.
Direktur Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan Kemnaker, Fauziah, mengatakan, pada awal pelaksanaan, KKIN hanya diikuti oleh instruktur BLK pemerintah. Namun, sejak tahun 2017, KKIN juga diikuti instruktur dari lembaga pelatihan swasta dan industri.
"Ini dimaksudkan agar ada persaingan dari instruktur pemerintah, swasta, dan industri. Mereka berkompetisi secara fair, secara profesional. Sehingga nanti diharapkan, berpulang ke hasil pelatihannya, yaitu siswa yang kompeten," kata Fauziah usai membuka Kompetisi Keterampilan Instruktur Nasional (KKIN) VII Regional Sulawesi Selatan di Makassar, Senin malam (26/8).
Fauziah menjelaskan, instruktur merupakan aktor utama dalam pelatihan kerja. Mereka berfungsi sebagai fasilitator dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, perubahan sikap, dan perilaku (etos kerja) dari tenaga kerja. Sehingga, kompetisi yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis antar instruktur lembaga pelatihan dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalitas instruktur, yang pada gilirannya akan meningkatkan kompetensi siswa pelatihan.'Ujarnya
Kepala Disnakertrans Provinsi Sulawesi Selatan, Agustinus Appang, menyambut baik pelaksanaan KKIN. Pada tahun 2030, Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi. Kompetisi ini dinilainya menjadi salah satu upaya menyambut bonus demografi tersebut.
Selain itu, KKIN dinilai mampu meningkatkan wawasan dan daya saing instruktur. Guna menghadapi berbagai perubahan di sektor ketenagakerjaan.
"Hal ini menuntut kita semua untuk menyiapkan SDM yang mampu mengikuti perkembangan. Sehingga kompetisi ini akan memberi pengaruh signifikan dalam penyiapan SDM kedepan," katanya.
KKIN IV Regional Sulawesi Selatan diikuti 88 instruktur dari 4 provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Kompetisi ini diselenggarakan dari tanggal 26-30 Agustus 2019 di BLK Makassar.
Kepala BLK Makassar, Fitroh Hanrahmawan, selaku Tuan Rumah, menjelaskan, para instruktur akan berkompetisi dalam 9 bidang kompetisi. Yaitu Pengelasan (10 orang), otomotif kendaraan ringan (10), instalasi listrik (10), tata busana (10), pendingin dan tata udara (10), elektronika (9), desain grafis (10), rekayasa mekanik (9), dan IT solution for bussines (10).
Ia berharap, instruktur yang ikut KKIN dapat menularkan semangat kompetitif dan daya saing kepada siswa pelatihan.
"Karena dengan standar yang ada, materi test yang ada, ini juga menjadi acuan kurikulum kedepan. Sehingga semangat untuk berkompetisi, berdaya saing, ini bisa ditularkan ke siswa pelatihan," kata Fitroh